Di pertengahan
februari ini pikiranku makin berkecamuk dengan berbagai masalah, tak tampak
solusi yang mungkin jadi penyelesai. Jikalau mereka semua, orang yang kenal
dengan ku bisa menerawang pikiranku, mereka takan sudi untuk dekat denganku
lagi, tapi sang pencipta maha baik, Dia masih menyembunyikan aibku dari orang
lain. Aku bukanlah orang yang punya seribu kebaikan di dalam otakku. Aku hanya
punya niat kebaikan tapi ujung-ujungnya hanya bersarang di kepala, tanpa
terhubung dengan tangan, kaki serta mulut. Mereka boleh mengganggap aku manusia
tak beretika. Dulu aku menginginkan seperti mereka yang berorasi di depan
banyak orang, menginspirasi banyak orang.
Tetapi aku tak berani unjuk diri, itu penghalang utamaku. Aku masih
terbawa masa lalu. Aku bukan seperti kebanyakan orang yang jalan hidup masa
kecilnya bahagia, banyak kejadian yang membuatku tak seperti kebanyakan orang. Aku
hanya berhusnuzon pada Allah. Apa yang telah ditakdirkan-Nya itu yang terbaik
bagiku. Aku menginginkan kebanyakan orang inginkan, menjadi hebat dengan jalan
yang sama. Bersaing memperebutkan tempat di hati banyak orang. Aku menginginkan
dikenal baik banyak orang tetapi tak banyak yang mengenalku karena aku bukanlah
orang penting bagi banyak orang. Namun sekarang aku sadar, buat apa aku
mengejar sesuatu yang bukan menjadikanku unik, hanya mengikuti banyak orang,
aku takkan bisa mengalahkan mereka karena aku sudah lelah dengan obsesi ingin
menjadi hebat tanpa punya pedang dan keberanian untuk menyaingi mereka. Sesuai dengan
hukum alam, siapa yang tak bisa bertahan dia akan tersingkir. Aku tak ingin
mengejar apa yang mereka kejar dengan jalan yang sama karena aku tak ingin
tersingkir. Sekarang, aku tak ada niat lagi menjadi hebat seperti mereka dengan
jalan yang sama. Aku hanya ingin mencari sesuatu yang unik didiriku untuk bisa
ku kembangkan, bahagia dengan sederhana, tanpa memikirkan jalan menjadi hebat
karena dengan berpikiran sederhana aku bisa bahagia. Aku ingin bahagia dengan
sederhana, aku ingin penting bagi orang terdekatku.
Satu lagi,
mereka boleh cemburu dengan apa yang kudapat, karena mereka tak tau apa yang
telah diambil kembali Allah dariku. Aku hanya mengikuti takdir.
16
februari 2016
Sendiri
di kota banjarbaru yang sedang hujan