Selasa, 16 Februari 2016

edisi curhat

Di pertengahan februari ini pikiranku makin berkecamuk dengan berbagai masalah, tak tampak solusi yang mungkin jadi penyelesai. Jikalau mereka semua, orang yang kenal dengan ku bisa menerawang pikiranku, mereka takan sudi untuk dekat denganku lagi, tapi sang pencipta maha baik, Dia masih menyembunyikan aibku dari orang lain. Aku bukanlah orang yang punya seribu kebaikan di dalam otakku. Aku hanya punya niat kebaikan tapi ujung-ujungnya hanya bersarang di kepala, tanpa terhubung dengan tangan, kaki serta mulut. Mereka boleh mengganggap aku manusia tak beretika. Dulu aku menginginkan seperti mereka yang berorasi di depan banyak orang, menginspirasi banyak orang.  Tetapi aku tak berani unjuk diri, itu penghalang utamaku. Aku masih terbawa masa lalu. Aku bukan seperti kebanyakan orang yang jalan hidup masa kecilnya bahagia, banyak kejadian yang membuatku tak seperti kebanyakan orang. Aku hanya berhusnuzon pada Allah. Apa yang telah ditakdirkan-Nya itu yang terbaik bagiku. Aku menginginkan kebanyakan orang inginkan, menjadi hebat dengan jalan yang sama. Bersaing memperebutkan tempat di hati banyak orang. Aku menginginkan dikenal baik banyak orang tetapi tak banyak yang mengenalku karena aku bukanlah orang penting bagi banyak orang. Namun sekarang aku sadar, buat apa aku mengejar sesuatu yang bukan menjadikanku unik, hanya mengikuti banyak orang, aku takkan bisa mengalahkan mereka karena aku sudah lelah dengan obsesi ingin menjadi hebat tanpa punya pedang dan keberanian untuk menyaingi mereka. Sesuai dengan hukum alam, siapa yang tak bisa bertahan dia akan tersingkir. Aku tak ingin mengejar apa yang mereka kejar dengan jalan yang sama karena aku tak ingin tersingkir. Sekarang, aku tak ada niat lagi menjadi hebat seperti mereka dengan jalan yang sama. Aku hanya ingin mencari sesuatu yang unik didiriku untuk bisa ku kembangkan, bahagia dengan sederhana, tanpa memikirkan jalan menjadi hebat karena dengan berpikiran sederhana aku bisa bahagia. Aku ingin bahagia dengan sederhana, aku ingin penting bagi orang terdekatku.
Satu lagi, mereka boleh cemburu dengan apa yang kudapat, karena mereka tak tau apa yang telah diambil kembali Allah dariku. Aku hanya mengikuti takdir.

16 februari 2016
Sendiri di kota banjarbaru yang sedang hujan