Demi kuliah, ku tinggal mama dan adikku
di rumah berdua. Ku pergi ke kota orang (masih belum terlalu jauh juga sih,
Cuma beda 1 jam perjalanan) hanya demi kuliah. Mama ku menunggu kelulusanku 4
tahun lagi (amiin..) dengan gelar sarjana farmasi dan aku berharap langsung
bisa melanjutkan pendidikan profesi apoteker setahun kemudian (amiin..). Itu
berarti aku harus kesepian selama 5 tahun. Aku menumpang di rumah keluarga tapi
mendiami rumah tersebut sendirian. Cuma sesekali kakak sepupu menginap.
Kompleknya sepi lagi, bukan rumahnya yang sedikit, rumahnya banyak tapi
orang-orangnya pada sibuk semua, jarang keluar dari rumah. Berbagai kesulitan
terjadi selama hidup sendiri di kota orang. Mulai dari gagang pintu yang patah
(menurutku bukan aku yang kuat, memang gagangnya aja yang gak kuat, hehehe),
mesin air yang rusak, antena televisi yang roboh dan bola lampu yang mati.
Dilihat dari masalahnya aku nggak mungkin bisa memperbaiki sendiri. Iya, harus
mencari tukang untuk memperbaikinya.
Kamis, 18 Desember 2014
Kamis, 11 Desember 2014
Cerpen : Nasihat Seorang Ayah
cerpennya ini sudah bersarang di file kuliah selama 2 minggu yang lalu. aku nulis ini buat tugas mentoring agama. daripada enggak kepake mending di share. jujur, aku selalu bingung menentukan judul dari suatu cerpen. yah jadi seadanya aja ini judul.
Kamis, 05 Juni 2014
BUKAN KISAH ROMANSA BIASA
Dua hari yang lalu aku baca novel yang luar biasa , karya Pidi Baiq. Judulnya DILAN: dia adalah Dilanku tahun 1990.
Dan langsung kutuntaskan membacanya hari itu juga padahal novelnya terdiri dari
330 halaman (bagiku buku setebal itu biasa kubaca dua hari atau tiga hari).
Dengan bahasa yang sederhana membuatku cepat membacanya.
Novel ini memang novel tentang cinta tapi jangan disamakan
dengan novel cinta yang lainnya. Karena Surayah membentuk karakter yang membuat
orang menyukainya. Karakter itu adalah Dilan. Beruntungnya seorang Milea
memiliki Dilan.
Novel ini menceritakan seorang cewek yang bernama Milea
mengenang masa SMA nya dengan seorang cowok bernama Dilan. Perkenalan mereka
yang tidak biasa memulai kisah mereka yang luar biasa. Kisah yang berlatar kota
Bandung tahun 1990 membuat hubungan mereka makin romantis. Di tahun itu masih
belum ada handphone jadi mereka biasanya nelpon lewat telepon rumah atau
telepon umum. Menurutku percakapan mereka di telpon itu romantis walau hanya
dengan kata-kata sederhana Dilan bisa membuat Milea ketawa dan selalu senang
bila menerima telepon dari Dilan.
Minggu, 25 Mei 2014
No Title
Runtuh
sudah harapan. Jatuh sudah bintang di langit yang selama ini dijunjung
setinggi-tingginya, diharapkan sedalam-dalamnya. Meredupkan sinarnya.
Meremukkan sanubariku. Adakah bintang kedua yang masih bisa diharapkan. Harapan
yang masih bisa terwujud. Bintang yang menyanjung sanubariku.
Sabtu, 22 Februari 2014
Harapan Bersamamu
Hanya sekedar berharap. selama berharap tak mengganggu orang lain. selama berharap tak dipungut biaya.
Berharap melihat indahnya seluruh penjuru kota diatas bianglala terbesar bersamamu.
Berharap memandang hijaunya alam di atas gunung yang didaki bersamamu.
Berharap melihat sunset di pantai terindah bersamamu.
Berharap menikmati megahnya mesjid-mesjid seluruh dunia bersamamu.
Berharap merasakan nikmatnyya ibadah kepada Sang Maha Pencipta bersamamu.
Berharap kau jalani hidup bersamaku kelak.
Kau yang entah jauh atau dekat.
Belum ku tahu namamu.
Namun sudah tertulis di Lauh Mahfudz.
Langganan:
Komentar (Atom)