Minggu, 19 Mei 2013

3 Big Events In My Life


Selama hidupku aku menghadapi  3 peristiwa besar yang mempengaruhi perjalanan hidupku.



Tahun 2002, aku masih berumur 7 tahun, aku tak mengerti apapun tentang keluargaku. Hanya yang ku tahu mama dengan ayah sudah tak akur, mereka pisah rumah. Mereka hanya bilang mereka telah terpisahkan oleh perceraian. Dulu aku tak mengerti apa artinya perceraian itu, jadi aku hanya terima saja. Dengan bertambahnya waktu bertambah juga usiaku. Akhirnya ku mengerti arti kata tersebut karena aku mulai menyadari adanya perubahan dalam hidupku. Dulunya sering jalan bersama seluruh keluarga ku dengan senangnya. Tapi sejak kejadian itu kehidupan ekonomi keluarga sempat terpuruk. namun mama dengan kegigihannya, dengan kerja kerasnya siang dan malam, menghidupi 3 anaknya tanpa kenal lelah. Thanks ma. Karena kejadian itu pula, aku sempat beberapa tahun tak bisa bertemu dengan ayah.

29 september 2008, aku kehilangan sosok ayah untuk selamanya. Di saat aku sudah bertemu dengan ayah, sudah mulai dekat lagi. Ternyata Allah punya rencana lain. Allah memanggilnnya begitu cepat. Dia tidak bisa melihat pertumbuhan dan perkembangan ku. Terakhir ku melihatnya, aku dipeluk dengan rasa kasih sayang olehnya. Ternyata itu adalah pelukan terakhir. Aku hanya bisa melihat ayah untuk terakhir kali saat dia sudah terbujur kaku tanpa nyawa. Di saat teman-teman dengan bangganya menceritakan ayahnya, aku hanya bisa diam dan mendengarkan tanpa ikut bicara.

26 april 2013 adalah hari tersedih ku selama hidupku.  Ternyata cobaan masih ku alami, aku merasa sangat berat menjalaninya. Aku tahu Allah masih sayang denganku. Allah tahu kemampuanku. Namun Aku masih terlarut dalam kesedihan walau pada bibirku terucap kata aku ikhlas atas kehilangan sosok pemimpin dalam keluargaku. Aku ditinggal kakakku di dunia ini. Aku bingung menjalani hidup ini tanpa bimbingannya. Aku sangat sayang dengannya. Kenapa aku ditinggal orang yang ku sayangi untuk kedua kalinya dengan waktu yang begitu cepat.  Terakhir ku melihatnya saat aku memijit punggungnya di rumah sakit. Ternyata itu adalah pijitan terakhir yang kuberikan. Seminggu sebelum dia meninggal, dia pernah mengeluh kedinginan denganku dan memeluk ku untuk menghangatkan badannya. Ku kira hanya sakit biasa, aku hanya merasakan badannya yang panas, dan mendengarkan suara batuknya yang khas. di rumah sakit yang pertama salah diagnosa karena dilayani oleh dokter umum. Kakak dipindah ke rumah sakit yang kedua karena dokter spesialis paru-paru di rumah sakit pertama lagi sedang keluar kota.  Aku baru tahu penyakit sebenarnya setelah dia meninggal. Karena tanggal 26 sore itu kakak baru dipindah ke rumah sakit yang kedua tanpa rujukan dari dokter rumah sakit yang pertama. Sampai kakak dipindah ngak pakai ambulan tapi pakai taksi.  Dokter baru mengatakan penyakit kakak sekitar jam 9 malam. Ternyata penyakitnya sangat berbahaya. Aku ngak menduga-duga kakak akan meninggalkan semuanya begitu cepat. Kakak masih sangat muda, namun dari situlah aku mendapat pelajaran bahwa umur itu tak ada yang tahu. Kakak ku punya banyak impian dalam hidupnya yang beberapa masih belum tercapai. Aku akan berusaha untuk menggantikan kakak untuk menggapai impian itu. Aku tahu tak ada lagi yang susah dibangunkan , tak ada lagi yang ngata-ngatain aku pemalas, tak ada lagi yang bilangin aku sesuatu itu ngak baik, tak ada lagi yang ngelarang aku jalan-jalan. Aku kangen kakak.  Yang paling aku ingat saat aku pulang les dijemput kakak. Saat perjalanan pulang , kami melihat seorang cewe yang pakaiannya terbuka banget. Dia bilang sama aku. Kalau kamu jalan pake pakaian kaya gitu, aku akan langsung suruh pulang. Oh gak usah pulang aja sekalian. Aku tahu, dia selalu melarang ku karena itu memang ngak baik. Aku janji akan ingat kata-kata kakak . makasih ka atas semua yang telah dilakukan kakak untuk ku. Maaf aku biasanya menyusahkan.

Ku harap kalian tenang di sana. Semoga kalian di tempatkan di tempat yang terbaik. Aku sayang kalian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar