Senin, 04 Maret 2013

Cerita Bersambung

Love Or Friendship ? (Part 2)
oleh: Dessy S.


Bell istirahat berbunyi . Aku, Tiara dan Farel menyerbu kantin untuk mengisi perut yang kosong. Sosok Kevin datang mendekati kami bertiga.
“Hai, kamu Laura kan ?” Dia menyapa dan ragu menanyakan namaku.
“iya , Aku Laura “ sahutku dengan senyuman kecil.
“Kemaren kan aku janji mau bantu kamu menerbitkan kumpulan ceritamu. Baru aja pagi tadi aku dapat telepon dari penerbitnya , katanya dia mau ajak kerjasama denganmu. Katanya bisa ngak siang ini kamu menemuinya ? ” Kevin mulai serius.

Aku hanya memandang wajahnya tanpa mendengar kata-katanya. Sepertinya aku juga terhipnotis oleh auranya.
“Ra, Bisa ngak ?”Tiba-tiba Kevin menyadarkan ku dari lamunanku.
“oh, Apa Vin ?, Bisa diulangi lagi “ sahut ku
"Bisa ngak kamu menemui penerbitnya siang ini sehabis pulang sekolah ?, dia mau ajak kerja sama . nanti aku temani kok “
“Bisa, pasti bisa kok” aku bersemangat menerima tawarannya.
“Ya sudah, aku ke sana dulu ya” dengan senyumannya yang terukir di wajahnya.                                                             
“oh, iya , makasih banyak ya sudah bantu aku” seulas senyum pun juga terukir di wajahku.
Kevin pun pergi melesat meninggalkan kantin.
“Cieee,Laura diajak jalan-jalan sama Kevin” Tiara menyoraki ku.
“ Tapi ingat lo Ra perjanjian kita” Farel mengingatkan.
“Iya kok , aku ingat, Perjanjian geng Jombloers. Tidak ada yang boleh pacaran sampai lulus SMA dengan nilai memuaskan “ Aku, Tiara dan Farel mengompakan tangan.
“Bagus” sahut Tiara dan Farel .
“Supaya ngak tumbuh benih-benih cinta antara kamu dan Kevin , kamu bisa ajak kita kok jalan-jalan.”  Tiara menawarkan diri sambil ketawa.
“enak aja , ini kan masalah bisnis bukan jalan-jalan. Iya , aku janji kok, ngak akan suka dengan Kevin”  Aku ragu mengatakan hal itu.

................................

Sepulang sekolah . Aku dan Kevin ke Penerbit.  Sepulang dari penerbit aku diajak jalan-jalan oleh Kevin. Mulai dari Nonton bioskop, makan, sampai ke toko buku.  Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 8 malam. Aku ngak pernah jalan-jalan sampai malam selain malam minggu. Waktu serasa berjalan begitu cepat saat aku menikmati kebersamaan dengan orang yang  ku suka. Aku menyadari ternyata benar kata-kata Tiara , Benih cinta itu mulai tumbuh di hatiku.  Aku diantar Kevin pulang ke rumah.
Hari mulai berganti hari, sudah hampir satu bulan aku dan Kevin dekat. Menghabiskan waktu berdua. Sampai tak ku sadari , waktu bersama sahabatku berkurang.

Di Cafe, tempat geng Jombloers kumpul setiap sore sabtu sampai malam minggu. Aku,Tiara dan Farel kumpul setelah hampir satu bulan tidak pernah kumpul lama-lama lagi.
“Ra, aku mau nanya , tapi jangan tersinggung ya.” Kata Farel lalu minum jus pesanannya.
“apa ?, tanya aja .” sahutku
“ kenapa ya kamu sekarang udah jarang kumpul sama kita ?, atau karena kamu sekarang dekat banget sama Kevin ?” Kata Farel hati-hati.
“Maaf ya teman, iya aku sekarang jarang kumpul. Habisnya biasanya aku urusin penerbitan cerita aku sama Kevin” Kata ku sedikit bohong.
“oh, tapi kok kenapa dekatnya itu beda lo ? kaya  pacaran gitu.” Kata Tiara menyerocos.
“biasa aja tuh. Aku belum jadian kok”
“jadi kamu berharap jadian gitu sama Kevin? , kamu ngak  ngerti perasaan aku apa ?. Tahu ngak , kamu itu sudah mengurangi quality time kita, waktu kamu banyak dihabiskan hanya untuk Kevin. Inilah , itulah , semuanya Kevin “ Tiara mulai emosi.
“apa ? aku memang ngak ngerti perasaan kamu . memangnya kamu juga suka sama Kevin ?”  suara ku meninggi, menyeimbangkan suara Tiara. Seisi Cafe itu mulai menatap ke kami.
“Iya, aku tuh juga suka sama Kevin” kata tiara setengah berbisik. Tapi aku tetap mendengar kata-katanya.
“jadi sebenarnya kamu itu protes , bukan karena quality time kita yang berkurang tapi karena kamu juga mau dekat dengan Kevin , gitu?” kata ku tajam.
“Iya, memangnya kenapa?, aku tuh mau dekatin Kevin , tapi kamu seakan ngak pernah kasih aku kesempatan, Kevin selalu denganmu.” Kata Tiara sambil menusukan garpu ke roti dengan spontan.
“Hey, kalian itu meributkan cowok, ngak penting banget sih . jangan sampai persahabatan kita rusak hanya karena cowok yang kalian rebutkan. Ingat lo perjanjian kita” Farel angkat bicara.
“aku ngak peduli lagi dengan perjanjian kita. Laura sudah melanggarnya .” kata Tiara.
“aku ngak melanggar perjanjian itu” kata ku sewot.

Tiba-tiba suara handphone ku berbunyi. Ku lihat ke layar. Nama Kevin tertera di layar dan ku angkat.
“Hallo.  Kenapa Vin ?” kata ku.
“sekarang ? bisa kok. Tunggu aku disana ya .” kata ku mengakhiri pembicaraan.
“Rel, Ra, aku pulang duluan ya , ada yang mau dibicarakan Kevin di taman.” Tanpa mendengar jawaban kedua sahabatku . aku pun meraih tasku dan pergi keluar Cafe.


Bersambung.......

cerita sebelumnya klik di sini (part 1)
cerita sesudahnya klik di sini (part 3)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar