Kamu habiskan banyak
waktumu demi aku, ketika kita harus dipisahkan oleh jarak yang terbentang luas,
beratus kilometer jauhnya, menempati pulau yang berbeda, untuk bertemu pun kita
harus menyimpan rindu setiap hari hingga 6 bulan, perlu kau tahu aku selalu
merindukanmu. Ternyata cinta tak mesti tumbuh dari seberapa sering kita bertemu
karena cinta kita berdua tumbuh saat aku dan kamu berada di pulau yang berbeda.
Tidak sedikit orang yang meragukan kisah kita. Percayalah sayang, kita
berdualah yang menentukan akhir cerita ini.
Untuk melepas rindu pun,
aku tak bisa berharap seperti pasangan lain yang dengan mudahnya mengatur waktu
bertemu,aku hanya menanti handphone ku berbunyi yang menampakan namamu di
layarnya setiap pagi, aku tersenyum bahagia saat membaca ucapan selamat pagi
atau ucapan yang lainnya yang membuatku merasa spesial di matamu. Tak puas
bagiku hanya melihat ucapan itu lewat pesan yang kau kirim, tak jarang aku
memintamu menelponku untuk menemani hariku di kamar sendirian. Maafkan aku atas
waktu yang aku pinta darimu, aku jarang memikirkan hal-hal yang seharusnya kamu
perhatikan selain aku.
Aku dengan segudang
impian, imajinasiku selalu berkembang
jika membicarakan masa depan kita,
kapan kita menikah, hingga tanggalpun yang belum tentu terwujud menjadi
bahan diskusi yang menarik bagiku. Kita sering membicarakan tujuan destinasi
mana yang ingin aku kunjungi bersamamu, hanya bersamamu. Banyak hal yang aku
inginkan dengan memintamu berpartisipasi mewujudkan inginku. Maafkan
keegoisanku memintamu membuat banyak janji padaku.
Kamu yang berkata “iya
sayangku” di setiap pintaku. Banyak permintaanku ke kamu yang selalu kau jawab
dengan kata yang sama “iya sayangku”. Kamu adalah cowok yang amat baik yang
selalu mengiyakan segala inginku. Maafkan atas sejuta pintaku selama ini.
Tak jarang aku kecewa
padamu karena hal-hal yang sepele. Kamu selalu menghindari perdebatan diantara
kita hingga kamu yang memilih mengalah dan meminta maaf padaku. Maafkan aku
atas segala perdebatanku.
Jujur, tak selamanya aku
bisa berpikir baik. Ada saat dimana jarak membuatku cemburu karena ku sadar,
disekelilingmu banyak cewek yang jauh lebih baik dariku, aku mencemaskan
utuhnya perasaanmu. Kadang lebih mudah bagiku untuk menyerah pada keadaan. Jika
bukan karena kamu yang meyakinkan aku bahwa aku adalah pusat perhatianmu
satu-satunya. Aku tak mungkin sekuat sekarang.
Untuk kamu yang
sebentar lagi kutemui
Tidak ada komentar:
Posting Komentar