Rabu, 24 Juni 2015

Untukmu


Kamu habiskan banyak waktumu demi aku, ketika kita harus dipisahkan oleh jarak yang terbentang luas, beratus kilometer jauhnya, menempati pulau yang berbeda, untuk bertemu pun kita harus menyimpan rindu setiap hari hingga 6 bulan, perlu kau tahu aku selalu merindukanmu. Ternyata cinta tak mesti tumbuh dari seberapa sering kita bertemu karena cinta kita berdua tumbuh saat aku dan kamu berada di pulau yang berbeda. Tidak sedikit orang yang meragukan kisah kita. Percayalah sayang, kita berdualah yang menentukan akhir cerita ini.

Untuk melepas rindu pun, aku tak bisa berharap seperti pasangan lain yang dengan mudahnya mengatur waktu bertemu,aku hanya menanti handphone ku berbunyi yang menampakan namamu di layarnya setiap pagi, aku tersenyum bahagia saat membaca ucapan selamat pagi atau ucapan yang lainnya yang membuatku merasa spesial di matamu. Tak puas bagiku hanya melihat ucapan itu lewat pesan yang kau kirim, tak jarang aku memintamu menelponku untuk menemani hariku di kamar sendirian. Maafkan aku atas waktu yang aku pinta darimu, aku jarang memikirkan hal-hal yang seharusnya kamu perhatikan selain aku.

Aku dengan segudang impian, imajinasiku selalu berkembang  jika membicarakan masa depan kita,  kapan kita menikah, hingga tanggalpun yang belum tentu terwujud menjadi bahan diskusi yang menarik bagiku. Kita sering membicarakan tujuan destinasi mana yang ingin aku kunjungi bersamamu, hanya bersamamu. Banyak hal yang aku inginkan dengan memintamu berpartisipasi mewujudkan inginku. Maafkan keegoisanku memintamu membuat banyak janji padaku.

Kamu yang berkata “iya sayangku” di setiap pintaku. Banyak permintaanku ke kamu yang selalu kau jawab dengan kata yang sama “iya sayangku”. Kamu adalah cowok yang amat baik yang selalu mengiyakan segala inginku. Maafkan atas sejuta pintaku selama ini.

Tak jarang aku kecewa padamu karena hal-hal yang sepele. Kamu selalu menghindari perdebatan diantara kita hingga kamu yang memilih mengalah dan meminta maaf padaku. Maafkan aku atas segala perdebatanku.

Jujur, tak selamanya aku bisa berpikir baik. Ada saat dimana jarak membuatku cemburu karena ku sadar, disekelilingmu banyak cewek yang jauh lebih baik dariku, aku mencemaskan utuhnya perasaanmu. Kadang lebih mudah bagiku untuk menyerah pada keadaan. Jika bukan karena kamu yang meyakinkan aku bahwa aku adalah pusat perhatianmu satu-satunya. Aku tak mungkin sekuat sekarang.

Untuk kamu yang sebentar lagi kutemui

Tidak ada komentar:

Posting Komentar