Jumat, 22 Februari 2013

Cerpen


Moment di Danau

Oleh: Dessy Sumega Dwi Putri


Gerimis hujan mulai membasahi diriku , entah kenapa aku tak mau beranjak dari tempat duduk di taman dekat danau ini. Sungguh sebuah ketenangan bagiku menikmati danau ini dengan rintik-rintik hujan menjatuhi danau setelah hatiku diremukan seseorang hingga patah berkeping-keping. ku mengingat moment terindah di danau ini. Kami, maksudku aku dan Ridwan dipertemukan , saling jatuh cinta dan jadian di danau ini. Tetapi itu satu tahun yang lalu. Tak ku sangka di danau ini juga Ridwan  memutuskan ku tanpa sebab yang jelas. Ku tersadar dari lamunan ku. Seseorang datang kepadaku.

“Zahra, lo kemana aja sih ? . gue tuh cari-cari lo tahu, ternyata lo di danau ini , hujan-hujanan lagi , nanti lo sakit, nih pake jaket gue “  Rama sok menasehati , sahabat ku yang satu ini sangat peduli dengan ku . walaupun dia cowok , dia sering lebih mengerti perasaanku dibanding teman-teman cewek.

“Biarin Ram , gue lagi galau , gue sedih, biarpun gue sakit gak ada yang peduli kok sama gue “  air mataku mulai jatuh membasahi pipiku.

“Siapa yang bilang gitu , gue peduli kok , gue peduli banget sama lo Ra , gue itu……..” Rama tak bisa melanjutkan kata-katanya , seakan ada perasaan yang dipendamnya selama ini. Perasaan yang seharusnya tidak dirasakan oleh seorang sahabat.

“Makasih banget Ram , lo memang sahabat terbaik gue “

“Lo sedih karena Ridwan ya ? , emang Ridwan ngelakuin apa lagi sama lo ?”. Rama penasaran.

“Dia mutusin gue saat hari annive satu tahun kami” air mataku mulai mengalir deras, tak bisa ku bendung lagi.

“Ra, itu sudah keputusannya, terimalah , lagi pula dia udah sakitin lo, dia udah duain lo dengan cewek lain, lo jangan merasa kehilangan dia “  Rama menghapus air mataku dengan kedua tangannya. Lalu menggenggam tanganku untuk menghangatkanku.

Aku sudah merasa lega bercerita dengan Rama. Air mataku pun sudah reda  seperti redanya hujan di danau ini. Rama pun mengantarkan ku pulang ke rumah.

 
Dua hari kemudian. Aku ke danau ini lagi , untuk mencurahkan isi hatiku ke danau ini.

“Danau , lo mau kan dengerin cerita gue , Gue benci banget sama Ridwan , dia ngak peduli sama perasaan gue.  Sekarang gue mau lepasin dia, tapi entah kenapa gue selalu mikiran dia. “ aku teriak sekuat-kuatnya. Untungnya di danau itu cuma ada aku. “ Bagaimana gue bisa lupain Ridwan ?, jawab danau.” Saking marah dan sakit hatinya, aku minta jawaban dari danau , seakan benda mati itu bisa memberikan jawaban.

Tiba-tiba ada suara menjawab pertanyaanku. Suara yang ku kenal.

“kamu harus mencari seseorang yang lebih mencintaimu , lebih peduli denganmu , dan takan pernah meninggalkanmu.” Aku terkejut melihat Rama sudah disampingku.

“Rama, kapan lo ada di samping gue ? dan kenapa lo pake aku kamu ke gue biasanya pake gue elo.? Sok nasehatin gue lagi “

“Aku selalu ada disamping kamu , walaupun kita jauh , aku selalu tahu perasaanmu” Rama mulai aneh , aku jadi ngak ngerti.

“Maksud lo?, gue bingung , kata lo tadi gue harus mencari seseorang yang lebih mencintai gue , terus gue harus mencari kemana ?”

“Kamu ngak usah mencari lagi Ra. Orangnya udah ada di hadapan mu.”

Aku semakin bingung dengan ucapannya Rama , aku hanya bengong melihatnya bicara.

“Maksudku, aku suka kamu dari pertama kali kita kenalan, tapi kamu mau aku jadi sahabatmu, jadi ku terima aja untuk sementara. Semakin berjalannya waktu, cinta itu akhirnya muncul dari hati yang terdalam. Dan aku ngak tahan lagi melihatmu bersedih hanya karena disakitin cowok lain. Percayalah aku ngak akan nyakitin kamu.” Aku pun salah tingkah , ngak tahu harus ngomong apa.

 
Rama pun menarik tanganku membawa ku ke sebuah pohon yang terdapat ukiran huruf ZR . sebuah ukiran yang pernah ku buat bersama Ridwan.

“Sekarang kamu mau lupain Ridwan kan ? . aku tahu caranya.” Rama meyakinkanku.

“Gimana caranya” aku mulai tersenyum.

“Aku bersedia menggantikan Ridwan , mewarnai hidupmu tapi aku ngak akan meninggalkanmu seperti yang dilakukan Ridwan”

“Ram , waktunya seriusan , ngak usah becanda lagi deh.” Aku pun mulai tertawa untuk menyadarkan Rama.

“Aku serius Ra, mau ngak jadi pacar aku ?“ 

Suasana mulai tenggang, sunyi tanpa ada suara . aku merasakan jantungku berdetak dengan cepat. Tak bisa ku kontrol. Suara Rama memecah keheningan.

“Ra , gimana ?”

“ okelah, aku coba. Kamu ini mau ajak pacaran tapi maksa. Haha ”

“Aku ngak maksa kok, terserah kamu . kalau kamu mau jadi pacar aku tambahkan ukiran huruf di pohon itu jadi nama kita berdua. Huruf Z tambahkan dengan huruf A, H , R dan A. dan huruf R tambahkan dengan huruf A, M dan A. ingat jangan sampai nulis Ridwan ya.”

“Okelah , aku mau jadi pacarmu “ aku pun menambahkan ukiran huruf sesuai yang dikatakan Rama.

“Eh , kok kamu ikutan pake aku kamu juga , sudah pensiun ya pake gue elo. Hahaha…”

Aku dan Rama pun tertawa bersama menikmati moment di danau.

Ku harap danau ini hanya mengukirkan moment terindahku dengan Rama dan takan ada lagi moment terburuk yang diukirkan danau ini.

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar